vhiena

vhiena

Sabtu, 21 November 2009

met hari raya Idul Adha semua,,,,,,,,,,,,


Jika….
Ketika takbir yang dikumandangkan, tak lagi menggetarkan hati.
Ketika suasana keagungan Illahi, tak lagi menyelimuti bathin.
Ketika sang Ingsan, menjadi tuli terhadap pesan Sang Rahmaan.
Ketika Idul Adha, .. hanya menjadi sebuah ritual ‘Pesta Makan’ belaka!
Mungkin saatnya kita harus mempertanyakan pada diri kita, Apa makna Qurban sejatinya?
Apakah kita melaksanakan semua ini benar-benar untuk Ibadah?
Apakah hati kita telah bersih dari semua penyakit Riya’, Takabbur serta Rakus?
Apakah tingkah laku serta ucap kata kita benar-benar muncul dari ketakwaan kita terhadap Allah swt?
Apakah kita bersungguh-sungguh ikhlas Ridho melaksanakan Qurban ini demi Allah swt?

Lantas mengapa, harus berebut saat menerima pembagian daging qurban?
Mengapa harus rakus mencari daging qurban disana-sini? Hingga mengerahkan semua ‘personil’ untuk berlomba-lomba mencari daging sebanyak-banyaknya. Yang pada saat bersamaan pula melupakan kewajiban kita menyembah Allah SWT (shalat)?
Mengapa harus merasa diri hanya mampu menerima, tanpa bisa memberi?
Ingat, kita mampu berqurban karena ijin Allah SWT.
Ingat, masih banyak daerah-daerah lain yang masyarakatnya memang sangat membutuhkan Qurban.
Ingat, Allah SWT tahu sedalam-dalamnya hati kita. Janganlah Riya’, Takabbur, serta Rakus.
Buat yang mampu berqurban, montong pupujieun lah (jangan ingin dipuji). Segala Puja dan Puji hanya milik Allah SWT. Bersyukurlah, Allah SWT memudahkan rizkimu dan kamu bisa mendapat pahala dengan jalan berqurban.
Buat yang menerima Qurban, jangan rakus lah. Semua rizki sudah diatur oleh Allah SWT. Bersyukurlah dengan apa yang sudah diterima dan yang belum kamu terima. Apa-apa yang belum kamu terima adalah belum tentu yang terbaik untukmu. Yang terpenting adalah “Lebih baik sedikit, tapi barokah. Daripada banyak, .. tapi ternoda dosa”.
Buat apa dalam setiap shalat kita selalu baca, “Ihdinashsh shirootol mustaqiim. Shirootol ladziina an’amta ‘alaihim.”. (Tunjukilah hamba kepada jalan yang lurus. Seperti jalannya orang-orang sebelumku.). Tetapi keseharian kita, bersikap seperti yang TIDAK MAU ditunjuki jalan yang lurus?
Buat apa dalam setiap shalat kita selalu bersujud dan meyakini Allah SWT Sang Maha Agung melihat kita. Tetapi dalam keseharian kita selalu angkuh dan sombong, melupakan bahwa Allah SWT BENAR-BENAR melihat kita?
“Ittaqullah haqqotu qootihii”. (Bertaqwalah dengan sebenar-benarnya TAQWA). Cukuplah hanya Allah swt sebagai Sang Maha Saksi kita dalam beribadah..
Doa:
Yaa Allah, Rabb sang Maha Pemilik Hati. Anu Ngamparkeun akherat, dunya, langit katut eusi-eusina, (yang menghamparkan akhirat, dunia, langit dan isinya). Anu Maha Apal kana dedek-dedekna rusiah hate, (yang Maha Tahu setiap butir-butir rahasia hati kita).
Yang Maha Tahu apa yang telah dan akan terjadi. Yang Maha Mendengar, Maha Melihat. Yang Maha Menaburkan Rizki kepada yang dikehendaki. Yang Maha Berkuasa serta Maha Menyelamatkan. Yang Maha Meliputi aku, kamu dan semuanya.
Astaghfirullaahal ‘Adziim. Aku mohon ampunan Engkau ya Allah. Aku mohon berikanlah kesabaran padaku. Aku mohon limpahkanlah kekuatan padaku. Agar aku tetap Istiqomah di jalan-Mu yang lurus.. Aamiin.

minal aidin walfaidzin,,mohon maaf lahir dan bathin.............

Kamis, 19 November 2009

anda kah ini.......

huy friend....jg smpai yea jd org yg sprti ini....law udh trlnjr,,,????????cpt2 brtoubat dech..........


1. orang Indonesia sebagian besar terbiasa menjadi kodok dalam baskom, ngomong gede di dalem, pas keluar dan ada orang yg lebih dr dia, irinya sampe mbleber keluar kolam…
2. ga mo ngalah dan merasa paling tinggi.
apa lagi kalo udah pernah ngerasain keluar negeri. baik itu karena dikirim negara krn kerjaan atau dikirim ortu buat kuliah yg duitnya entah dapet dr mana dan balik2 ke indonesia sambil membawa gelar keren2 tapi bahasa Inggrisnya masih ngaco.
3. ga mo rugi.
udah cape2 ngurus2 ijin dan tetek bengek lainnya pake selip sana selip sini, ngeliat ada orang lain yang walopun tidak dengan jalur yang benar tapi lurus2 aja pasti akan blingsatan pengen ngoprek2..
4. dan yang pasti terlalu banyak orang Indonesia yang HIPOCRITE. (buat yang tersinggung dengan ini, liat dulu diri sendiri yang bener baru marah ama gw, karena gw tau kalo diri gw sendiri juga muna…)
5. ntar mikir dulu lagi, biar yang laen curhat colongan dulu…

Rabu, 18 November 2009

patah hati.....!!!!!!!!!!!!


Patah hati

Inginku hapus segala mimpi
Dan ingin kubuang segala harap
Biarkan kuberlari tanpa arah
Dan biarkan kuteriak ditengah sepi

Kini gelap yang kurasa
Mengganti terang yang sempat ada
Hilang semua keindahan
Disaat badai menerpa

Kurasakan sejuta kecewa
Yang menyelimuti penatnya hati
Tak ada lagi yang berarti
Ketika kenyataan yang kuhadapi,,,,,,,

CEMBURU....?????


Cemburu;
Jus Tujuh Rasa Tujuh Aroma

Percayalah, usia cemburu itu sudah seumur dunia, bahkan lebih tua dari itu. Sejak nenek moyang kita masih tinggal di taman surga, cerita tentang cemburu sudah dimulai. Sebab, rasa cemburu dilahirkan bersaudara kembar dengan rasa cinta. Sedangkan cinta telah dianugerahkan saat Tuhan memutuskan mencipta Hawa dari rusuk kiri Adam.
Seperti saudara kembarnya (cinta), cemburu adalah sesuatu yang sangat misterius. Cobalah tanyakan pada semua orang di dunia. Coba bacalah tulisan-tulisan para pujangga dari zaman kiwari hingga masa kini. Coba sibak pemikiran para filsuf dari zaman batu hingga sekarang, dari zaman kuda gigit besi hingga zaman kuda gigit kibor. “Adakah yang bisa mendefinisikan cinta dan cemburu dengan definisi yang tepat?”
Nyaris tak ada. Ketika kita berhadapan dengan satu teori tentang cinta dan cemburu, mungkin kita akan mengangguk-angguk membenarkan. Namun, tetap saja ada bagian yang tidak terjelaskan dari hal tersebut.
Lalu, seperti apa gambaran cemburu yang paling bisa dirujuk untuk acuan?
Sebagian pakar psikologi komunikasi memberi definisi cemburu sebagai berikut: “Cemburu merupakan reaksi yang kompleks terhadap perasaan terancam akan hubungan yang sedang dijalin. Berbeda dengan rasa benci, cemburu selalu melibatkan rasa takut akan kehilangan.”
Sikap itu merupakan reaksi terhadap ancaman yang terjadi dalam hubungan antara dua orang karena adanya saingan alias rival. Namun, Jacinta F. Rini, M.Si. dari e-psikologi.com. menegaskan lebih lanjut bahwa: “Yang dianggap rival, belum tentu orang. Bisa juga hobi, benda, atau apa saja yang akhirnya mengalihkan perhatian orang yang dicemburui.”
Selaras dengan hal tersebut, fakta di lapangan menunjukkan adanya sikap istri yang mencemburui komputer suaminya, mencemburui binatang piaraan suaminya, dan sebagainya. Sebab, rival dalam kepemilikan atas perhatian suami bisa jadi adalah benda-benda seperti tersebut di atas.
Cemburu sangat berimpit dengan perasaan khawatir ditinggalkan. Dengan kata lain, cemburu dapat diartikan sebagai perasaan kehilangan akibat berpindahnya rasa kasih sayang ke orang lain atau ke suatu benda yang membuat Anda merasa dinomorduakan bahkan mungkin dianggap tak ada.
-----
Jus Segala Rupa
Anda pernah cemburu? Saya tak akan percaya kalau Anda menjawab, “tidak!”. Kenyataannya, rasa cemburu telah dipelajari manusia sejak awal kehidupannya. Seorang bayi belajar menangis ketika tidak mendapat respons dari sekelilingnya, dan ia menyimpulkan dirinya sendirian (ditinggalkan). Seorang anak merajuk karena orang tuanya lebih memerhatikan adik bayinya. Demikianlah kita semenjak bayi telah belajar tentang cemburu, tentang merespons rasa ditinggalkan dan kesendirian.
Dalam tangis bayi terdapat tuntutan. Dalam rengekan anak terdapat permintaan. Begitu pula dalam cemburu, terdapat keinginan atas sesuatu.
Rasa cemburu merupakan pengalaman emosional negatif sebagai hasil dari kemungkinan akan kehilangan relasi yang berharga, baik oleh pesaing yang riil ataupun pesaing yang dibayangkan ada. Dalam hal ini, perasaan “ditinggalkan” menjadi isu sentral dalam hati. Maka, tak heran jika seseorang sedang dilanda cemburu, rasanya seperti sedang menikmati jus tujuh rasa tujuh aroma; nggak jelas rasanya.
Ini sangat logis. Pada kenyataannya, rasa cemburu selalu diikuti dengan berbagai perasaan yang berkisar antara rasa sedih, terabaikan, atau bahkan merasa kehilangan kebanggaan oleh perasaan dicintai dan didambakan seseorang yang sangat berarti dalam kehidupan pada saat tertentu.
Cemburu juga merupakan reaksi kompleks untuk melihat seberapa jauh kualitas hubungan. Artinya, emosi, pikiran, dan perilaku seseorang, semua bergabung menjadi satu. Ketika seseorang cemburu, berbagai rasa dalam dirinya pun muncul. Sedih, marah, takut, malu, merasa bersalah, khawatir, tidak percaya diri, bahkan sakit kepala atau reaksi fisik lainnya.
Kebayang, kan, bagaimana rasanya saat berbagai perasaan itu bergumul menjadi satu dalam ruang sempit hati kita? Lantas, apa episode berikutnya setelah hal-hal tersebut?
Yang terjadi berikutnya adalah kita terprovokasi dan banyak mengasihani diri sendiri. Tak jelas perasaan apa yang ada, tak jelas keinginan apa yang muncul. Diri kita menjadi gelisah dan menuntut sesuatu yang membuat hati menjadi lega. Dan sulitnya, terkadang kita pun tidak bisa mendefinisikan dengan jelas kita sedang menginginkan apa.
Cemburu memang kayak balon: rupa-rupa warnanya!
Saat seseorang dilanda cemburu, ia akan sangat sulit mengenali apa yang sedang dirasakan, serta apa yang sedang diinginkannya. Sepasang suami istri yang dilanda cemburu, misalnya, tak jelas apa tuntutan kepada pasangannya. Faktor pemicunya bisa jadi hanya sms nyasar.
Tanpa adanya rasa cemburu, dalam kasus ini sangat mudah untuk mengenali tuntutan suami: “penjelasan!”. Tapi, saat cemburu sudah menguasai hatinya, penjelasan saja tidak cukup. Bahkan, penjelasan itu belum tentu menjadi solusi. Alih-alih menyelesaikan masalah, penjelasan tersebut bisa dipahami sebagai bentuk perlawanan: “nantangin gue, ya?”

Saat Cemburu Tiba....
Kalau ditanya, “dari mana datangnya lintah?” jawabannya mudah: “dari sawah turun ke kali. Tapi saat ditanya, “dari mana datangnya cinta?” tak cukup dengan menjawab “dari mata turun ke hati.” Itu sih, pepatah kuno.
Tapi, apa hubungannya dengan cinta?
Realitasnya, membicarakan cemburu memang tak bisa lepas dari cinta. Maka, untuk mendefinisikan kapan dan bagaimana cemburu itu muncul, kita bisa mengasumsikannya dengan definisi kapan dan bagaimana cinta itu tiba.
Kita selalu tak tahu kapan pertama kali mulai mencintai sesuatu. Ia adalah sesuatu yang datangnya tidak kita sadari. Tiba-tiba sudah menjadi sedemikian besar.
Dr. Samara Abduh, pengasuh rubrik tanya jawab remaja pada situs islamonline, membuat personifikasi tentang cinta sebagai “sebuah tumbuhan”. Tabiat cinta itu menyukai udara segar dan sinar matahari. Ia akan liar jika tidak dirawat, dan akan mati saat ditinggalkan.
Cinta adalah sebuah tumbuhan, yang berarti ia mengalami fase “tumbuh”. Demikian halnya dengan rasa cemburu, mengalami fase yang sama. Ia tumbuh, bergerak, kadang-kadang tanpa kita sadari telah meruyak ke mana-mana.
Nah, itu kalau cinta. Bagaimana dengan cemburu?
Dapat dikatakan, untuk bisa cemburu, seseorang harus memiliki hubungan yang terancam sirna dengan kehadiran pesaing romantis, misalnya. Sehingga hubungan yang telah ada sebelumnya terancam.
Karena dua rasa ini—cinta dan cemburu—bermain di ranah emosi, ada kecenderungan rasa itu memanipulasi. Tabiatnya tak jauh beda dengan virus trojan atau brontok. Apabila virus tersebut menginfeksi PC, yang dilakukan adalah memanipulasi file data menjadi file sistem, mengubah tipe file folder menjadi .exe. Efek lebih lanjutnya, file data tenggelam dalam format hidden file. Sesudah itu, komputer berjalan lemot. Hidup segan, mati pun enggan.
Cemburu membuat seseorang susah mengenali perasaannya sendiri, keinginan dan tuntutan-tuntutannya. Tuntutan dan keinginan itu menjadi berstatus hidden, tersembunyi. Booting menjadi lambat, karena semua file masuk ke sistem operasi. Maka, dalam kasus cemburu, seseorang terprovokasi melakukan kehendak-kehendak yang bersifat destruktif, misalnya kemarahan dan kebencian.
Penelitian di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa 13% dari kasus pembunuhan disebabkan salah satu pasangan membunuh pasangannya dengan dasar cemburu sebagai motif utama (Buss, 2000).
Cinta dan cemburu memang menimbulkan energi negatif. Banyak kasus menunjukkan bagaimana energi negatif itu justru akan diarahkan kepada objek yang dinilai memulai “main api”.
Yang patut dicermati adalah kemarahan yang timbul bisa menjadi penyebab perilaku “menyerang”. Maka, tentu suatu hal yang bisa dipahami bahwa rasa cemburu bisa mendorong seseorang melakukan tindakan ekstrem, misalnya kemarahan seorang kakek menjadi pemicu ia membunuh istrinya yang juga sudah nenek-nenek.
Terdapat tiga perasaan inti yang membuat definisi cemburu semakin jelas. Yaitu sakit hati, kemarahan yang amat sangat yang sering sekaligus diikuti rasa cemas, bahkan ketakutan.
Cemburu melibatkan perasaan, pikiran, dan tingkah laku dalam ruang yang sangat luas. Perasaan, misalnya. Cemburu bisa menjadi pemicu perasaan marah, gusar, sedih, benci, sakit, takut, dan sebagainya. Dalam kondisi yang ekstrem, timbul kekecewaan dari rasa dihina, direndahkan, dan ditinggalkan.
Bahkan, cemburu juga bisa melibatkan pikiran. Misalnya muncul ide dendam, menyalahkan diri sendiri dan orang lain, membanding-bandingkan dengan saingan, dan cemas akan pandangan orang. Semua itu ekses dari munculnya pikiran untuk mengasihani diri sendiri.
Nah, saat cemburu tidak lagi terbendung, pada akhirnya muncul reaksi-reaksi fisik yang tak kalah ekstrem, seperti merasa ingin pingsan, gemetar, berkeringat, bertindak agresif, dan bahkan terprovokasi melakukan tindakan kekerasan. Pergerakan psikologis yang destruktif semacam inilah yang perlu diwaspadai karena selain mengancam keselamatan diri sendiri, juga akan mengancam keselamatan orang lain. Sebagaimana hasil riset yang telah kita bahas sebelumnya, banyak juga kasus orang yang bunuh diri karena dipicu perasaan cemburu.
-----
Cemburu Berarti Cinta? Nggak Zaman, Lageee...!

Ternyata, cemburu memiliki banyak baju, lho...! Mencermati ragam persepsi masyarakat terhadap cemburu dari masa ke masa, telihat bahwa isu cemburu mengalami sejarah perjalanan yang panjang, dan setiap budaya memiliki persepsi yang berbeda.
Di Indonesia, reaksi kultural yang muncul pada tahun 70-an adalah penilaian positif terhadap rasa cemburu. Pada era itu, rasa cemburu dipandang sebagai sifat emosional yang baik, bahkan dipandang perlu. Pendapat ini menyatakan bahwa rasa cemburu adalah bukti cinta.
Diyakini, cemburu memberi efek positif bagi kelanggengan suatu pekawinan. Bahkan, tak jarang ungkapan rasa cemburu dijadikan sebagai parameter kecintaan seseorang. Kecemburuan dalam batas moderat dapat menyebabkan seseorang memeriksa dan membuktikan nilai relasi antarpasangan, sehingga dinilai justru akan mempererat ikatan relasinya.
“Bagaimana mungkin pasangan suami istri bisa disebut saling mencintai jika di antara mereka tidak pernah muncul rasa cemburu?” Kurang lebih demikian ringkasan pendapat tersebut.
Namun, terjadi pergeseran persepsi terhadap cemburu tersebut pada era 80-an. Pendapat tentang cemburu berubah dengan reaksi bahwa rasa cemburu merupakan ungkapan perasaan ketidaknyamanan seseorang secara psikis. Pandangan ini cenderung mengakomodasi persepsi bahwa sangat mungkin seseorang memiliki cinta tanpa harus cemburu. Bahkan, relasi cinta yang sehat dipersepsikan sebagai sebuah relasi yang tidak akan menimbulkan kekhawatiran dan menjamin rasa aman—artinya, tidak ada cemburu.
Pada dekade ini, persepsi cenderung mendukung pendapat bahwa relasi perkawinan yang matang dan dewasa ditandai oleh adanya peluang pertumbuhan personal dan integritas kepribadian masing-masing secara utuh. Dengan tumbuh dan eksisnya sikap saling percaya antarpasangan, maka dinilai cemburu tidak memiliki lahan untuk tumbuh.
Pendapat ini menempatkan rasa cemburu sebagai hasil perkembangan sikap mental yang tidak sehat, atau tidak optimalnya fungsi kepribadian. Hal ini seiring dengan perkembangan ilmu psikologi modern yang menemukan fakta-fakta keterkaitan antara sifat posesif dengan ketidakharmonisan hubungan orang tua.
Dalam penelitian Henker (1983), disimpulkan bahwa pola hubungan orang tua dan anak akan membekas dan tertanam secara tidak sadar dalam diri seorang anak. Artinya, itu tersimpan dalam memori bawah sadar, yang sewaktu-waktu bisa muncul ke permukaan. Maka, setiap anak berpotensi untuk bersikap sebagaimana orang tuanya bersikap.
Termasuk di dalam hal yang tertanam dalam alam bawah sadar ini adalah manajemen emosi, reaksi terhadap sesuatu, dan pilihan sikap dalam menghadapi masalah. Selanjutnya, nilai-nilai yang tertanam itu kelak akan termanifestasi dalam hubungan dengan keluarganya sendiri. Ia akan menjiplak pola hubungan orang tuanya pada saat ia membentuk sebuah keluarga baru.
Lebih lanjut, Henker menegaskan bahwa pola hubungan orang tua dan anak yang mampu menyuplai kebutuhan emosional anak—memuaskan dan membahagiakan—akan menimbulkan efek emosi positif pada anak tersebut. Orang yang demikian, biasanya tidak mengalami masalah yang berarti dalam kehidupan perkawinannya nanti. Sebaliknya, pengalaman emosional yang kurang menyenangkan bersama orang tua, tanpa disadari akan terekam dan menimbulkan stres berkepanjangan.
Kurangnya perhatian orang tua secara konsisten, sering menjadi penyebab kurang terpenuhinya kebutuhan anak akan kasih sayang, rasa aman, dan perhatian. Sikap penolakan yang dialami anak akan menimbulkan perasaan rendah diri, rasa diabaikan, rasa disingkirkan, dan rasa tidak berharga.
Citra hubungan orang tua yang kurang harmonis ini akan memengaruhi motivasi dan sikap setiap anak dalam menjalin relasi dengan orang lain. Bisa jadi, imajinasi ideal seorang wanita tentang sosok seorang suami dipengaruhi oleh kerinduannya akan figur seorang ayah yang melindungi serta mencurahkan perhatian dan kasih sayang. Begitu pula sebaliknya.
Yang menjadi masalah adalah, anak yang tumbuh dengan kondisi deprivasi emosional (kurang terpenuhinya kebutuhan emosional), kelak di masa dewasanya, cenderung mentransfer kebutuhan akan perhatian, cinta, penghargaan, penerimaan, dan rasa aman kepada pasangannya. Mereka menuntut pasangannya untuk menyuplai kebutuhan emosional mereka yang tidak terpenuhi.
Yang menakjubkan, dalam berbagai penelitian modern ditemukan fakta adanya korelasi antara perilaku ayah yang kurang “hangat” terhadap anak, dengan kecenderungan sifat tantrum, rendah diri, dan posesif. Diakui atau tidak, tiga hal tersebut adalah “aktor” di balik tumbuh suburnya rasa cemburu.
Sigmund Freud (pakar psikoanalisis) berpendapat bahwa rasa cemburu berkembang pada setiap manusia sejak dini, saat anak berjuang untuk memperoleh kasih sayang ibu yang aman dan nyaman. Seorang anak yang tidak merasa memperoleh kasih sayang ibu yang aman dan meyakinkan sejak dini, akan mengambangkan rasa cemburu yang intens kelak ketika anak dewasa.
Selanjutnya dinyatakan bahwa orang yang kurang percaya diri sangat rentan terhadap perkembangan rasa cemburu dalam dirinya, apalagi jika orang tersebut merasa kualitas perkawinannya kurang memuaskan. Orang ini pun merasa peluang alternatif untuk memperoleh kebahagiaan perkawinan sangat kecil, padahal ia sangat mencintai dan bergantung pada pasangannya.
Dalam kehidupan pernikahan, rasa cemburu dipandang sebagai bukti dari menurunnya kualitas hubungan interrelasi suami istri. Kecemburuan menjadi suatu defisiensi. Maka, cemburu menjadi syarat bahwa relasi antarpasangan dinyatakan defisien; menurun kualitasnya.
Perkembangan ilmu psikologi modern itu menempatkan “rasa aman” sebagai parameter hubungan yang sehat dan ideal. Sedangkan cemburu yang bermain di ambang kekhawatiran, adalah indikasi dari sesuatu yang “tidak ideal”. Maka, persepsi kultural di era ini menyatakan bahwa cemburu bukanlah tanda cinta.
Perkembangan terbaru tentang persepsi cemburu, mengarah pada kesimpulan bahwa orang yang dilanda cemburu adalah orang yang berada dalam kondisi mental yang sama dengan “pedang bermata dua.” Salah satu mata pedang itu merupakan ekspresi cinta terhadap pasangan, sedangkan mata pedang yang lain merupakan ekspresi paranoid (kecurigaan yang bersifat patologis.)
Lantas, bagaimana realitas psikologi cemburu saat ini?
Kepekaan terhadap rasa cemburu antarpasangan pada masa-masa terakhir ini cenderung meningkat. Stimulannya pun bisa bermacam-macam; tuntutan hidup yang semakin tinggi, arus budaya nonpribumi yang cenderung serbapermisif, hingga tontonan-tontonan kelas “tempe” yang—ajaibnya—begitu diminati dan disambut gegap gempita oleh masyarakat modern.
Lihat saja bagaimana sinetron-sinetron remaja mengajarkan mengekspresikan cinta dengan “bodoh!” Tengoklah bagaimana cerita melulu tentang cemburu buta, buta, dan buta. Padahal, kepada sinetron-sinetron itulah kini kaum muda lebih banyak belajar.
Seharusnya memang media semacam ini bisa lebih “bersahabat” dengan remaja, dengan berorientasi pada kematangan dan integritas personal di masa yang akan datang. Alih-alih menyuguhkan ekspresi emosi yang bodoh, seharusnya media mengajarkan bagaimana mengelola emosi secara cerdas dan bijak.
Cemburu memicu munculnya rasa curiga. Rasa curiga berkembang menjadi ketidakpercayaan, kemarahan, dan kekesalan yang terakumulasi dari waktu ke waktu. Kemungkinan besar, kecemburuan yang terakumulasi tersebut berkembang menjadi gejala paranoid yang bersifat psikopatologi (suatu jenis penyakit mental di mana kehidupan mental penderita dilimpahi oleh kecurigaan tertentu).

Kamis, 12 November 2009

wisata bahari provinsi riau(pulau jemur)


huy friend,,,,,ge OL ne,,,Oyea msh ingat dunk peristiwa pngklaiman olh malaysia terhadap budaya-budaya kita(Indonesia),,,,ini adalah salah satu budaya / wisata bahari kita yang diklaim malaysia yaitu pulau jemur,,,anda bisa lihat kan,,betapa indahnya pulau jemur ini,,,apakah kita rela budaya kita diambil,,,???tentu tidak,,
meskipun budaya kita dianggap rendah/jelek,,,tapi budaya ini sangatlah mahal,,,
untuk itu marilah kita bekerja sama untuk menjaga budaya-budaya kita,,,jangan lagi terulang semua peristiwa yang sangat menyayat hati ini,hingga kita terlihat bertambah lemah,,,,dimana Indonesia yang kaya akan budaya2nya,,,dimana bangsa Indonesia yang memiliki semangat untuk maju,,,,dimana Indonesia yang menghargai budaya2nya,,,dimana Indonesia yang selalu kompak dan bersatu padu untuk maju...

Potensi Wisata Bahari Propinsi Riau
Author: sungaikuantan.com | Filed Under: Wisata Riau
Pulau Jemur di Rokan Hilir, merupakan wisata bahari yang sangat berpotensi di propinsi riau. Pasirnya yang putih dan yang paling terkenal adalah penyu hijaunya. Selain itu potensi gelombang dan ombak laut di pantai ini juga berotensi untuk wisata windsurfing (papan selancar) seperti yang disenangi bule-bule di pantai kuata, Bali. Pantainya yang putih diterpa sinar matahari terbit dan terbenam sungguh indah bila disaksikan dari pinggir pantai yang menawan ini.


Gugusan Pulau Jemur terdiri dari sembilan pulau dengan empat pulau besar yakni Labuhan Bilik, Tokong Emas, Tokong Simbang, dan Pulau Jemur yang menjadi tempat bertelur penyu-penyu hijau langka.

Beberapa objek wisata di Pulau Jemur meliputi bakas goa jepang, Menara Suar yang dibangun pada tahun 1920, Pantai Pasir Kuning Emas, Tapak Kaki Manusia pada batu karang, Perigi Tualang, Kuburan Massal Romusha, Sisa benteng pertahan tentara jepang, dan Batu Panglima Loyan.

Tentunya sobat semua penasarankan…!? Cerita ini akan dilanjutkan ketika foto-fotonya selesai di hunting di lapangan. Makanya tongkrongin terus ya Sungaikuantan.com. hihihi



see you,,jadilah bangsa yang mencintai tanah air,budaya,dan cinta sejarah bangsa,,,

Selasa, 10 November 2009

berita bagus sob......

PNS Wajib Berbusana Pejuang PDF Cetak E-mail
Selasa, 10 November 2009 10:52
Pemkot-HARIAN BANGSA


huy friend,,,di hari yang bersejarah ne,vn pny brta bgs ne,,,,mngp tdk kta cntoh saja,,,kan bagus,,,ya udah bc2 za yeaaa....


Ada yang menarik dalam suasana kerja Senin (9/11) di lingkungan Pemkot Surabaya. Seluruh pegawai hingga pejabat tinggi berpakaian seragam ala perjuangan tempo dulu. Bahkan, ada yang melengkapi seragamnya dengan peralatan seperti tas dan pistol mainan.
Diketahui, memang Walikota Surabaya Bambang DH mengeluarkan surat imbauan ke seluruh jajarannya, agar memakai pakaian perjuangan dan lencana merah putih di dada sebelah kiri, disaat jam kerja. Pemakaian seragam perjuangan itu selama dua hari Senin (9/11) dan Selasa (10/11).
Imbauan itu masuk dalam surat bernomor 003.3/5206/436.3.1/2009 terkait dengan imbauan peringatan hari pahlawan 10 November 2009 yang ditandatangani Wakil Walikota Surabaya, Arif Afandi.
Upaya itu untuk menanamkan rasa nasionalisme dan nilai-nilai perjuangan bangsa. Dalam surat itu juga dijelaskan, dalam menyemarakkan perigatan hari Pahlawan maka setiap SKPD (satuan kerja perangkat daerah) juga harus melakukan kerja bakti, memutar lagu perjuangan pada jam kerja mulai 1-10 November pada jam 08.00 Wib.
Sedangkan, tepat Selasa (10/11), mengibarkan bendera merah putih satu tiang penuh mulai pukul 06.00 Wib dan 18.00 Wib. Selain itu juga mengheningkan cipta pada pukul 08.15 Wib selama 60 menit secara serentak dengan ditandai bunyi klakson mobil, bedug di masjid, dan lonceng di gereja.
Wakil Walikota Surabaya, Arif Afandi mengatakan, berpakaian ala perjuangan itu menghormati para pahlawan. "Surabaya kan kota Pahlawan, kalau tidak warganya. Ya siapa lagi yang akan menghormati seperti ini," katanya.
Khusus untuk PNS, lanjut Arif, yang menggunakan seragam yaitu pegawai yang dinas dalam kantor. Sedangkan, pegawai dinas diluar kantor tetap memakai seragam PNS seperti biasanya. "Ini untuk menghormati yang ditemui. Kedepan 10 hari di bulan November menjadi seragan perjuangan yang rutin. Ini juga upaya optimal hormati para pahlawan," katanya. (fya)

Senin, 09 November 2009

ibuku Sayang ibu kukenang


ibu,,,,,
kaulah yang terindah dalam hidupku,,takkan pernah kulupa semua yang telah engkau berika kepadaku,,semua keinginanku selalu kau penuhi,meski terkadang kau tak sehati denganku,,,,,,,,,
ibu,,,,,
kaulah wanita teristimewa bagiku,,kau besarkan aku dengan segala perhatianmu,kaulah penghibur dikala sedihku,kaulah penyejuk dikahidupanku,kaulah peri yang selalu melindungiku,,,,tapi terkadang aku sering melukaimu,menyakitimu,membuatmu sedih dengan berbagai tingkahku,,,,,,
ibu,,,,,
I Love You,,izinkan aku membahagiakanmu,walau semua tak sebesar pengorbananmu,,,izinkan aku menjadi sepercik cahaya dikala senjamu,,,jadikan aku peri kecil yang selalu menghiburmu dikala orang mulai melupakanmu,,,,,,



I LOVE YOU,MY MOTHER

Minggu, 08 November 2009

siapa yang bodoh yea,,,,,,

Guru dan Murid Sama Bohongnya
Ada seorang atlit karate namanya Cipet. Si Cipet itu sering banget latihan karate karena mau ikut PON, tapi masalahnya ia itu sering terlambat latihan jadi guru yang ngajarin dia suka marah-marah

Guru : "Eh, Kamu kok terlambat terus sih!!!"

Cipet: "Eh,i...i..ya Guru saya soalnya abis ngantar adik saya kuliah."

Karena mencium gelagat bohong lalu Guru pun berkata lagi

Guru : "Ah jangan bohong kamu kemarin saya ketemu adik kamu katanya kampusnya libur 1 minggu kok."

Cipet:(Sambil ketawa) "Eh Kalo gitu guru yang bohong dong orang saya gak punya adik!"

tips menghindari kehilangan sendal

Tips Menghindari Kehilangan Sendal
1. Hindari memakai sendal yang bermerk sangat terkenal seperti Nike, Adidas, Neckerman, dan Carvil. Pakailah sendal yang bermerk agak terkenal seperti Mike, Aqidas, Nyeckerman, dan Criwil.

2. Jika Anda harus ke suatu tempat yang mengharuskan menanggalkan sendal Anda, taruhlah sendal pada posisi yang agak berjauhan. Cara ini akan membuat calon maling sendal menjadi bingung karena ia hanya menemukan satu sendal pada satu tempat. Contoh, jika Anda salat di Masjid UI, taruhlah satu sendal di depan Masjid UI dan satunya lagi di samping Masjid...UNCEN!

3. Belilah sendal yang multi fungsi. Contoh, belilah sendal yang dapat berfungsi sebagai telepon seluler. Sehingga ketika Anda terpaksa harus melepaskan sendal, Anda masih bisa membawanya alih-alih untuk menerima telepon atau SMS. Tapi ingat! Nonaktifkanlah sendal Anda ketika ada acara penting atau ketika Khatib Shalat Jum’at sedang berkhutbah.

4. Gunakanlah sendal yang berbeda untuk kaki kanan dan kaki kiri Anda. Contoh, gunakanlah sendal berukuran 37 berwarna pink berbunga matahari dan berpita ungu pada kaki kiri, dan gunakanlah sendal berukuran 45 berwarna hitam bermotif paku perak dan beraksesoris tengkorak pada kaki kanan.

5. Jika semua cara telah dilakukan, cobalah untuk beralih menggunakan sepatu. Penelitian terakhir menyebutkan bahwa sebagus dan semahal apapun sepatu yang Anda pakai, Anda tak akan kehilangan sendal Anda.

HARI PAHLAWAN


Hari pahlawan

Huy friend dan semua masyarakat Indonesia,,,,kita pantas berbangga dengan perjuangan para pahlawan kita,,meski mereka berlumuran darah,,,,,,jadi kita wajib menghargai jasa mereka,,,,,sebagai generasi muda kita harus melanjutkan semua perjuangan mereka,,,misalnya dengan rajin belajar,,,,SELAMAT HARI PAHLAWAN,,,,

mengenang jasa pahlawan

Mengenang Serangan Umum 1 Maret 1949
Mengenang Jasa Pahlawan, aribicara March 1st, 2009

Sekitar 300-an pejuang negeri ini meninggal dan gugur sebagai pahlawan dalam peristiwa serangan umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Dan peristiwa 60 tahun yang lalu ini membuktikan bahwa Indonesia masih mempunyai kekuatan untuk mengusir penjajah Belanda yang saat itu masih menguasai kota Yogyakarta. Dan akhirnya Yogyakarta berhasil di kuasai oleh Rakyat Indonesia.
Disini saya pribadi tidak ingin mempermasalahkan terkait dengan kontroversi siapa pahlawan dalam serangan Umum 1 Maret ini, disini saya pribadi hanya ingin mengenang betapa mereka pahlawan-pahlawan negeri ini benar-benar berjuang untuk mempertahankan negeri ini dari para penjajah yang ingin menguasai negeri kita tercinta ini. Aku pribadi benar-benar membayangkan betapa besar jiwa pengorbanan mereka dan jiwa kepahlawanan mereka dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang di Proklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Wahai para pejuang serangan Umum 1 Maret 1949 yang gugur dalam merebut Yogyakarta dari Belanda kala itu, Saya pribadi memberikan do’a untukmu wahai pahlawan bangsaku dan memberikan penghormatan atas jasa-jasa semua pahlawan dan pejuang yang teramat penting hingga mengantarkan Indonesia hingga detik ini. Tanpa perjuangan Pejuang-pejuang dan pahlawan, belum tentu sejarah Indonesia berjalan mulus hingga seperti sekarang ini.
Saya sebagai pribadi juga ingin berterimakasih terhadap seluruh pejabat negara, kelompok-kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat, Idividu-individu dan semua orang yang hingga detik ini masih mempunyai semangat dan mewarisi jiwa-jiwa perjuangan pahlawan negeri ini untuk mengisi dan menjaga kemerdekaan negeri ini untuk selalu dan selalu berusaha untuk memajukan negeri ini kearah yang semakin baik lagi dan maju untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia seperti harapan para pejuang-pejuang negeri ini yang telah mengorbankan darah-darah suci mereka dan nyawa mereka untuk kemerdekaan negeri Indonesia yang kita Cintai ini.
Tapi disisi yang lain, saya pribadi juga ingin mengutuk dan mengecam mereka-mereka yang berpesta dan menikmati kemerdekaan negeri ini hanya untuk perut mereka, anak-istri mereka, kelompok mereka, Partai mereka, anah buah mereka, sedangkan di daerah masih terlihat banyak anak-anak miskin yang kelaparan, bahkan busung lapar dan kematian yang hanya disebabkan karena kelaparan. Sedangkan disana pejabat-pejabat negeri ini begitu hidup makmur dan sejahtera dengan hidup dari pemberian keringat seluruh rakyat negeri ini melalui pajak, tapi kinerja mereka tidak benar-benar mereka kerjakan dengan tanggung jawab dan mementingkan kepentingan rakyat. Kepentingan rakyat dinomor sekiankan.
Sungguh Ironis, Pahlawan terdahulu mengorbankan jiwa dan nyawa mereka, untuk memperjuangkan kemerdekaan negeri ini, tapi sekarang, pejabat-pejabat negeri ini seolah melupakan nyawa-nyawa dan darah pejuang yang dahulu membanjiri tanah air ini. Penghormatan terbesar mereka biasanya hanya satu dua hari saja dan itupun tidak membekas dalam tingkah laku dan pribadi mereka sebagai penerus para pejuang negeri ini terdahulu.
Terlebih saat ini, kita melihat pemimpin-pemimpin dan para calon rakyat negeri ini seolah berebut sebuah kekuasaan yang dilakukan dengan cara mereka masing-masing. Saling ejek, saling hina, bahkan jika diperlukan kekerasan mereka pun tidak malu untuk mengundang keributan dengan mengerahkan ribuan massa. Nyawa kepala DPRD Sumatera Utara menjadi SAKSI kebrutalan massa bayaran yang dilakukan oleh massa dan ternyata beberapa dari mereka adalah MAHASISWA. Ini sungguh sangat memalukan.
Terakhir saya hanya berpesan terhadap diri saya sendiri bahwa keberadaan kita ada hingga saat ini tidak terlepas dari sebuah proses sejarah yang panjang dan berliku, dan DARAH-DARAH pejuang negeri ini adalah bagian dari sejarah tersebut yang pantas kita ingat dan hargai dengan mengisi kemerdekaan ini dengan prestasi bukan hanya untuk perut kita sendiri tapi bagaimana kita bisa bermakna dan bermanfaat mereka sebagaimana pengorbanan mereka terdahulu. Tentunya perjuangan pahlwana dan pejuang negeri ini saat itu berbeda dengan perjuangan kita saat ini.
Terimakasih pahlawanku, aku mengirim do’a suci khusus teruntuk kalian semua, S’moga Tuhan memberikan tempat yang Agung disisi_NYA dan smoga Kami disini bisa melanjutkan perjuangan kalian hingga tanpa batas usia kami >>>

Selasa, 03 November 2009

umat islam vs israel

Serangan Israel ke masjidil aqsha,,,,,


Askum,,,hey friend,pada tahu dunk berita terkini,,,,israel menyerang salah satu tempat ibadah umat islam,,,sebut saja dg masjid yg paling bersejarah bagi kita yaitu masjid aqsha di palestina,,,,,dg serangan itu,banyak berjatuhan korban jiwa dan bangunan rusak,,,apakah kita sebagai umat islam hanya tinggal diam……??????????????????????????sedangkan bangunan itu menjadi saksi atas agama islam,dimana di masjid aqsha ini nabi Muhammad melaksanakan isra’ dan mi’raj,,,,,,,,saya sebagai orang yg beriman dan bertaqwa serta memperhatikan nasib kaum muslimin dan muslimat merasa marah,,,,enak aja umat-umat israel itu menghancurkan bangunan suci islam,,ditambah lagi menelan korban jiwa,,,G’ BISA DIBIARKAN ITU,,,,,,,,untuk itu saya memanggil orang-orang yg beriman agar tidak tinggal diam,,,,kalaupun tidak bisa perang,,,,kan bisa dg doa,,,,makacihhhhhhhhh,,,,,,askum,,,selamat menjalankan aktivitas,,,,,,,,,

kisah seorang gadis yg memakan dagingnya sendiri

ada berita baru ne,,,,bc yea,,,,,ooops koq bs yea,,,,,,






Kisah Gadis SItubondo, Hobi Makan Dagingnya Sendiri (4-Habis) Cetak E-mail
Jumat, 24 Juli 2009 10:34
Baru Sehari di RS, Keluarga Minta Pulang


Arifin
Wartawan HARIAN BANGSA di Situbondo


Sejak hari Rabu (22/7) Mega Susi Ningsih (19), berbaring di ruang perwatan Paviliun Dahlia RSUD Situbondo, untuk menjalani proses awal penyembuhan penyakit anehnya tersebut. Apa saja yang dialaminya setelah diangkat dari kebiasaan sehari-harinya?

Belum ada perkembangan signifikan dari upaya medis yang dilakukan, namun, keluarga semakin bernafas lega, setelah dijanjikan kalau pihak RSUD akan menanggung semua biaya pengobatan gadis tersebut, hingga sang gadis bisa sembuh total.
Ada rumor, jika nantinya RSUD Situbondo tidak mampu untuk melakukan proses penyembuhan, tidak tangung-tanggung, Ningsih akan dirujuk ke rumah sakit dr Soetomo Surabaya. Biayanya pun akan ditanggung alias gratis.
Namun, keseriusan RSUD untuk bisa menyembuhkan Ningsih nampaknya akan sia-sia, baru satu hari dirawat, keluarga yang menunguinya sudah meminta agar Ningsih dirawat jalan.
Dengan demikian, keinginan keluarga agar untuk bisa menyembuhkan anak Gadis itu memang sangat kurang. Terbukti, Kamis (23/7) gadis itu terpaksa dibawa pulang ke rumahnya, karena keluarga terus merengek.
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Keluarganya sampai nangis-nangis meminta Ningsih dibawa pulang,” kata Humas RSUD Situbondo Imam Hidayat kepada HARIAN BANGSA, kemarin.
Padahal, selain biaya pengobatan, semua biaya makan keluarga yang menungguinya sudah ditanggung pihak rumah sakit, namun upaya tersebut tetap saja sia-sia, karena keluarga beralasan tidak betah tinggal di rumah sakit.
Semakin tragis saja, kisah gadis pasangan Munasip dan Ernanik ini, Kendatipun Ningsih sudah dibawa pulang, pihak rumah sakit berjanji akan melakukan perawatan jalan. “Kami akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan agar Puskesmas setempat mau menurunkan tenaga medisnya, agar Ningsih bisa berobat jalan,” tambah Imam lagi.
Informasi lainya menyebutkan, kalau Ningsih menderita retradasi mental alias kecerdasan kurang, penyakit semacam itu, tambah Imam, bisa disembuhkan dengan cara yang lama.
Salah satu penyembuhannya adalah pengobatan rutin serta meningkat perhatian terhadap anak, jika tidak dilakukan, maka penyakit akan semakin memburuk.
Seperti diketahui, selama menderita penyakit ini, Ningsih bisa dibilang kurang mendapatkan perhatian keluarga, maklum, Ernanik ibunya bekerja sebagai TKW ke Malaysia, sementara Munasip berjualan minyak wangi keliling, dan baru malam hari tiba di rumah.
“Kalau pengobata dilakukan, tetapi perhatian etrhadap anak itu tidak dilakukan, maka pengobatan akan sia-sia saja, oleh karenanya, terapi untuk kesembuhan Ningsih, ya harus diperhatikan terus-menerus, semacam menggunakan baby sister,” pungkas Imam lagi.

.........................vhie_na..............................